Presiden China Xi Jinping menggelar upacara penyambutan untuk Raja Malaysia Sultan Ibrahim Sultan Iskandar, yang sedang melakukan kunjungan kenegaraan ke China, di Aula Utara Balai Agung Rakyat sebelum melangsungkan pembicaraan mereka di Beijing, ibu kota China, pada 20 September 2024. (Xinhua/Zhai Jianlan)
BEIJING, 22 September (Xinhua) -- Presiden China Xi Jinping pada Jumat (20/9) menggelar pembicaraan dengan Raja Malaysia Sultan Ibrahim Sultan Iskandar di Beijing, berjanji akan bekerja sama dengan Malaysia untuk membawa pembangunan komunitas China-Malaysia dengan masa depan bersama ke jenjang yang baru.
Xi mengungkapkan bahwa sebagai tetangga di seberang lautan, China dan Malaysia menikmati persahabatan yang telah terjalin sejak lama. Sejak kedua negara menjalin hubungan diplomatik pada 1974, China dan Malaysia senantiasa memiliki hubungan persahabatan yang baik dan saling mendukung satu sama lain, memberikan contoh yang baik terkait pencapaian timbal balik dan kerja sama yang saling menguntungkan (win-win cooperation) di antara kedua negara.
Xi mengatakan bahwa tahun ini menandai peringatan 50 tahun terbentuknya hubungan diplomatik antara kedua negara dan Tahun Persahabatan China-Malaysia, tahun yang penting bagi hubungan China-Malaysia untuk melanjutkan berbagai pencapaian di masa lalu dan melangkah maju menuju ke masa depan. China terus memperdalam reformasi secara komprehensif dan memajukan keterbukaan berstandar tinggi, yang akan memberikan dorongan dan peluang baru bagi kerja sama China-Malaysia, tambah Xi.
China, dikatakan Xi, siap bekerja sama dengan Malaysia untuk meneruskan tradisi yang baik, dan menjadi tetangga dekat yang menjalin persahabatan abadi, mitra pembangunan bersama yang tulus, teman persaudaraan, dan kekuatan penting bagi perdamaian. Xi menambahkan bahwa kedua negara harus memperdalam kerja sama strategis dalam proses modernisasi satu sama lain dan mendorong pembangunan komunitas China-Malaysia dengan masa depan bersama ke level yang baru.
China bersedia untuk mempertahankan pertukaran tingkat tinggi yang erat dengan Malaysia, meningkatkan komunikasi strategis, dan saling mendukung dalam isu-isu yang melibatkan kepentingan inti dan perhatian utama masing-masing, ujar Xi, seraya menambahkan bahwa China mendukung visi "Malaysia Madani" dan bersedia untuk berbagi pengalaman tata kelola negara dengan Malaysia.
Dia juga mengatakan bahwa China siap untuk menyinergikan strategi pembangunan secara lebih baik dengan Malaysia, melaksanakan kerja sama Sabuk dan Jalur Sutra berkualitas tinggi, mengimplementasikan proyek-proyek utama seperti "Dua Negara, Taman Kembar" (Two Countries, Twin Parks) dan Jalur Kereta Pesisir Timur (East Coast Rail Link/ECRL), meningkatkan kerja sama dalam bidang pertanian dan pengentasan kemiskinan, serta memanfaatkan lebih jauh potensi kerja sama dalam bidang energi baru, ekonomi digital, dan industri berteknologi tinggi lainnya.
Xi mengatakan bahwa kedua belah pihak harus memperdalam pembelajaran timbal balik antara peradaban China dan Islam, memperkuat kerja sama di bidang pendidikan tinggi, penelitian ilmiah bersama dan bidang-bidang lainnya, serta meningkatkan rasa saling pengertian dan kedekatan di antara kedua bangsa.
Sebagai anggota penting di kawasan Asia Pasifik, negara-negara berkembang dan emerging economy, China dan Malaysia harus memainkan peran pemandu dalam membuat komunitas China-Malaysia dengan masa depan bersama yang lebih relevan dengan perkembangan zaman dan memiliki signifikansi yang lebih besar secara global, ungkap Xi.
China mendukung Malaysia dalam menjalankan tugas presidensi bergilir ASEAN tahun depan, dan bersedia bekerja bersama dengan Malaysia untuk mempromosikan kerja sama dan integrasi ekonomi regional Asia Timur. Selain itu, China ingin meningkatkan koordinasi terkait isu-isu penting dan isu-isu internasional demi berkontribusi pada perdamaian dan stabilitas regional dan global, tambah Xi.
Sultan Ibrahim mengatakan bahwa dia merasa terhormat dapat melakukan kunjungan kenegaraan pertamanya ke China sebagai kepala negara Malaysia dan memuji berbagai pencapaian pembangunan China yang luar biasa. Dia mengatakan bahwa Malaysia mendukung Inisiatif Pembangunan Global, Inisiatif Keamanan Global, dan Inisiatif Peradaban Global usulan Presiden Xi. Malaysia menganggap China sebagai mitra yang dapat diandalkan, dan berkomitmen untuk mengembangkan kemitraan yang kuat dengan China, katanya.
Sultan Ibrahim mengatakan bahwa Malaysia bersedia bekerja sama dengan China untuk bersama-sama membangun Sabuk dan Jalur Sutra serta memperdalam kerja sama di bidang ekonomi, perdagangan, investasi, infrastruktur, interkonektivitas, budaya, dan pendidikan. Dia mengatakan bahwa Malaysia siap bekerja bersama dengan pihak China untuk memberikan kontribusi konstruktif dalam menjaga perdamaian dan stabilitas di Laut China Selatan.
Pihak Malaysia sangat mengapresiasi sikap China yang adil dan jujur dalam isu Palestina serta bersedia untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi dengan China dalam urusan internasional maupun regional, papar sang raja.
Sebelum melangsungkan pembicaraan, Xi menggelar upacara penyambutan untuk Sultan Ibrahim. Kemudian pada malam harinya, Xi mengadakan jamuan penyambutan untuk sang raja Malaysia di Balai Agung Rakyat. Selesai