JUDUL: Peneliti BRIN sebut teknologi dan investasi China bermanfaat bagi pertumbuhan Indonesia
SHOOTING TIME: 13 Mei 2024
DATELINE: 19 September 2024
DURASI: 00:02:14
LOKASI: Jakarta
KATEGORI: EKONOMI
SHOTLIST:
1. Berbagai cuplikan Indonesia
2. SOUNDBITE 1 (Bahasa Indonesia): HAYATI NUFUS, Peneliti, Ketua Tim Penelitian China di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Indonesia
3. SOUNDBITE 2 (Bahasa Indonesia): HAYATI NUFUS, Peneliti, Ketua Tim Penelitian China di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Indonesia
STORYLINE:
Pertumbuhan ekonomi dan kemajuan teknologi China telah menciptakan peluang untuk kolaborasi global, termasuk dengan Indonesia, demikian dikatakan Hayati Nufus, seorang akademisi Indonesia dalam sebuah wawancara dengan Xinhua.
SOUNDBITE 1 (Bahasa Indonesia): HAYATI NUFUS, Peneliti, Ketua Tim Penelitian China di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Indonesia
"China juga berkontribusi secara signifikan bagi perekonomian dunia. Sehingga, kesuksesan China juga merupakan kesuksesan bagi perekonomian dunia. Kontribusi yang besar tersebut juga membawa peluang bagi negara-negara lain untuk berkolaborasi dengan China.
Dengan teknologi yang dikembangkan oleh China, China juga membuka peluang transfer teknologi untuk negara-negara yang membutuhkan. Misalnya, di Indonesia, kita tahu bahwa kita telah bekerja sama dengan China dalam pembangunan kereta cepat dan infrastruktur lainnya. Ini tentu menjadi hal yang menguntungkan bagi Indonesia, karena Indonesia dapat belajar dari teknologi China untuk mengembangkan infrastrukturnya sendiri."
Nufus juga menyoroti bahwa investasi China telah membantu Indonesia menjembatani kesenjangan regional dengan mengarahkan berbagai sumber daya ke daerah-daerah yang kurang berkembang
SOUNDBITE 2 (Bahasa Indonesia): HAYATI NUFUS, Peneliti, Ketua Tim Penelitian China di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Indonesia
"Jika Anda melihat data saat ini, investasi China sebenarnya banyak direalisasikan di daerah-daerah di Indonesia yang sebelumnya kurang mendapatkan perhatian, seperti Sulawesi, Kalimantan, dan daerah-daerah lainnya, yang tentunya akan bermanfaat bagi Indonesia dalam hal mengurangi kesenjangan pembangunan antara daerah-daerah di Indonesia. Itu satu hal yang mungkin berbeda dari investasi lain.
Saya melihat China bersedia mendengarkan apa yang sesungguhnya dibutuhkan Indonesia. Misalnya, di Kawasan Industri Morowali Indonesia, China bersedia untuk membantu Indonesia memajukan pengembangan industri nikel, menciptakan nilai tambah. Ini bukan soal berinvestasi saja."
Koresponden Kantor Berita Xinhua melaporkan dari Jakarta.
(XHTV)